AVC Ubah Sistem Kualifikasi Liga Champions, Klub Kini Wajib Lolos Lewat Turnamen Regional

Konfederasi Bola Voli Asia (AVC) memperkenalkan sistem kualifikasi baru untuk Liga Champions AVC 2026. Berbeda dari musim-musim sebelumnya yang memberikan slot berdasarkan undangan dan distribusi regional yang lebih luas, perubahan besar ini menuntut setiap klub untuk meraih tiket melalui turnamen kualifikasi zonal.

Mimin · · 2 menit baca
avc

AVC Ubah Sistem Kualifikasi Liga Champions, Klub Kini Wajib Lolos Lewat Turnamen Regional

Kamis, 12 Februari 2026 I 13.15 WIB

Volleytalks.com – Konfederasi Bola Voli Asia (AVC) memperkenalkan sistem kualifikasi baru untuk Liga Champions AVC 2026. Berbeda dari musim-musim sebelumnya yang memberikan slot berdasarkan undangan dan distribusi regional yang lebih luas, perubahan besar ini menuntut setiap klub untuk meraih tiket melalui turnamen kualifikasi zonal.

Walaupun AVC telah mulai menjalankan format ini di beberapa wilayah, detail resmi mengenai format lengkap dan jumlah peserta Liga Champions AVC 2026 masih belum dipublikasikan secara lengkap oleh AVC. Namun, bagian penting sudah dimulai, bahwa proses kualifikasi di tingkat zona kini berjalan untuk menentukan wakil-wakil setiap kawasan.

Sebagai contoh, perubahan ini sudah terlihat jelas di sektor putri, di mana jalur menuju Liga Champions kini benar-benar ditentukan melalui kompetisi zona.

Zona CAVA: Foolad Mobarakeh Sepahan Juara dan Lolos ke Liga Champions AVC

Di wilayah CAVA (Central Asian Volleyball Association), jalur kualifikasi memberi hasil konkret. Foolad Mobarakeh Sepahan dari Iran keluar sebagai juara CAVA Women’s League 2025, yang berlangsung pada 10 Februari 2026 di Malé, Maldives, setelah mengalahkan Turan VC (Kazakhstan) dengan skor straight sets 3–0 (25–22, 25–20, 25–20) di pertandingan final. Dengan hasil ini, Sepahan secara resmi mengamankan tiket ke Liga Champions AVC 2026 sebagai wakil zona CAVA.

AVC
Pemain Foolad Mobarakeh Sepahan merayakan gelar juara CAVA Women’s League 2025 di Malé, Maldives. (Foto: AVC)

Turnamen tersebut diikuti beberapa klub dari negara-negara di Asia Tengah dan sekitarnya, dengan Sepahan tampil dominan sepanjang kompetisi dan menyelesaikan turnamen tanpa kekalahan. Di luar pencapaian timnya, beberapa pemain Foolad Mobarakeh Sepahan juga masuk Dream Team, termasuk Poorsaleh Shahdeshsari Elaheh sebagai MVP kompetisi.

Zona SAVA: Duel Penentu Wakil Asia Tenggara

Sementara itu di wilayah SAVA (Southeast Asia Volleyball Association), dua klub yang akan memperebutkan tiket tunggal ke Liga Champions AVC telah ditetapkan. Supreme Chonburi dari Thailand akan berhadapan dengan VTV Binh Dien Long An dari Vietnam yang merupakan peraihmedali perak Liga Champions sebelumnya.

Menurut informasi dari halaman resmi VTV Binh Dien Long An, kedua tim dijadwalkan bertanding pada 26 Februari 2026. Laga ini akan menjadi penentu wakil Asia Tenggara di Liga Champions AVC.

VTV
VTV Binh Dien Long An merayakan juara Liga Vietnam. (Foto: VTV )

Format ini menandai perubahan besar dalam struktur kompetisi klub di Asia, di mana performa di lapangan menjadi kunci utama untuk mendapatkan tiket ke ajang kontinental, bukan sekadar undangan atau reputasi semata.

Dengan penerapan sistem zonal yang sudah berjalan meskipun format dan jumlah keseluruhan peserta Liga Champions AVC belum resmi diumumkan, antisipasi terhadap kompetisi utama semakin meningkat di kalangan klub dan penggemar bola voli Asia.

Scroll to Top